Pencapaian

Dalam perjalanannya, tepatnya tahun 2009, YAKKAP pernah mengalami masa kritis. Sebagai lembaga pengelola manfaat pasca kerja, situasi terburuk adalah jika YAKKAP dinyatakan tidak mampu melangsungkan programnya. Pada tahun tersebut, sesuai perhitungan aktuaria, peserta THT terakhir yang bisa mendapat manfaat program adalah peserta yang pensiun tahun 2017. Bagaimana dengan program yang pensiun setelahnya? Problem besar.

Pada pertengahan tahun 2010, terjadi pergantian Direksi PT. Angkasa Pura I (Persero). Memahami kondisi YAKKAP sebagai salah satu program pasca kerja pegawai, Direksi menaruh perhatian besar untuk menghidupkan, bahkan mengembangkan YAKKAP. Langkah tersebut diwujudkan dengan komitmen untuk membayarkan iuran tambahan dalam rangka pemenuhan Rasio Kecukupan Dana (RKD) Program THT tunai sebesar Rp. 58 milyar untuk kekurangan manfaat THT Pensiun tahun 2006 -2010 dan Rp. 244 milyar, yang akan dibayarkan sepuluh kali, selama 10 tahun dengan cara cicilan per tahun sebesar Rp. 34 milyar.

Sejak itu, YAKKAP menjadi lebih bersinar dan berkembang. Setelah mendapatkan suntikan dana empat kali cicilan, pada akhir tahun 2014, sesuai valuasi aktuaria, pendiri tidak perlu lagi membayar cicilan enam kali tetapi cukup lima kali dengan besaran cicilan menurun; tidak lagi Rp. 34 milyar, melainkan Rp. 33 milyar. Posisi RKD akhir tahun 2014 adalah 70,56%.

Seiring dengan kegairahan dalam mengelola program THT, YAKKAP juga ditugasi mengelola program kesehatan pensiun, mulai tahun 2011, ditandai dengan bergabungnya Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) ke YAKKAP.

Pada tahun 2013, posisi RKD untuk penyelenggara program kesehatan pensiun adalah 38,23%. Sekali lagi, karena komitmen Direksi PT. AP I, pada akhir tahun 2014, RKD program kesehatan pensiun melesat menjadi 63,62% dan bahkan sudah menjadi kebijakan pendiri, bahwa pada tahun 2015 RKD sudah mencapai 100%, karena antara tahun 2014 – 2015 mendapat suntikan dana sebesar Rp. 159 milyar.

Memasuki tahun 2015, YAKKAP telah menjelma sebagai yayasan yang sehat dan siap berkontribusi untuk semaksimal mungkin bermanfaat bagi pegawai dan pensiunan, dengan prinsip “Kemuliaan Melayani”.