Mengapa kita perlu merencanakan pensiun?

Seperti yang dapat anda baca di artikel 3 keranjang kehidupan dan perencanaan proteksi; dalam kehidupan ini kita akan selalu menghadapi resiko-resiko yang berada di luar control kita. Begitu pula dengan masa pensiun, kita harus menyiapkan dengan baik.

Seperti tag line di atas : Kita tidak mau mati terlalu cepat, akan tetapi kita juga harus bersiap jika kita berumur (terlalu) panjang. Prinsip utama dari merencanakan program pensiun adalah menjamin kesinambungan penghasilan selama kita hidup dan itu hanya bisa dicapai dengan merencanakan keuangan dari sekarang (lihat artikel Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memulai). Majalah Swa Sembada edisi Juli 2004 (www.swa.co.id) pada salah satu pemberitaannya pernah mengangkat survey yang dilakukan oleh Citibank dan AC Nielsen kepada eksekutif muda di Indonesia, dan hasilnya sungguh memprihatinkan. 80 % dari para eksekutif tersebut tidak menganggap bahwa merencanakan pensiun adalah hal yang penting. Mereka malah lebih memprioritaskan untuk membeli mobil mewah, merenovasi rumah ataupun kegiatan konsumtif lainnnya.

Hal ini bertentangan dengan prinsip 3 Keranjang Kehidupan. Coba anda perhatikan ilustrasi di bawah ini: Dari Senin sampai Minggu, yang mana hari yang paling menyenangkan ? Umumnya orang akan memilih hari Sabtu dan Minggu, tetapi apakah disadari bahwa hari Sabtu dan Minggu itu adalah juga hari yang paling menguras uang kita ? Ketika kita berjalan-jalan ke mal atau ke tempat rekreasi, semuanya membutuhkan biaya / uang yang tidak sedikit. Artinya pada hari Sabtu - Minggu kita tidak bekerja atau tidak berpenghasilan, akan tetapi harus mengeluarkan uang. Sekarang apakah disadari, bahwa hari-hari setelah pensun, semuanya adalah hari Sabtu-Minggu ? Setelah pensiun, seseorang sudah tidak berpenghasilan, akan tetapi tetap harus mengeluarkan uang untuk melanjutkan kehidupannya. Bagaimana Merencanakan Pensiun dengan Benar? Jika anda sudah memutuskan bahwa merencanakan keuangan untuk pensiun adalah penting, maka sekarang pertanyaan berikutnya adalah :

Bagaimana merencanakan pensiun dengan benar?

Berikut adalah kesalahan yang umum terjadi dalam merencanakan keuangan untuk pensiun: Gagal merencanakan (Lihat artikel Apa Itu Merencanakan Keuangan) Terlambat memulai (Lihat artikel Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai) Mengabaikan inflasi Inflasi adalah kenaikan harga-harga barang yang mempengaruhi nilai ril uang kita. Jika anda mempunyai uang sebesar 1 juta pada 5 tahun yang lalu dibanding dengan 1 juta pada saat ini maka uang 1 juta pada 5 tahun yang lalu itu dapat dibelanjakan untuk lebih banyak barang di banding uang 1 juta sekarang. Mengapa ? Jawabannya adalah karena inflasi sehingga harga-harga barang 5 tahun yang lalu pasti lebih murah dibanding harga barang saat ini. (dikenal dengan konsep time value of money).

Jadi pada saat merencanakan pensiun, kita harus memperhitungkan inflasi. Jangan sampai rencana pensiun yang kita buat menjadi sia-sia. Lihat ilustrasi Mr Salah Hitung pada perencanaan proteksi, dia merencanakan keuangan untuk proteksinya tanpa memperhitungkan inflasi. Tidak memperhitungkan biaya pensiun sehingga menabung terlalu sedikit Dalam merencanakan keuangan untuk pensiun, kita juga harus memperhitungkan secara benar berapa mengenai biaya hidup pada saat pensiun. Bukan hanya karena inflasi, tetapi kita juga harus tahu bagaimana tingkat kehidupan yang ingin dicapai pada saat pensiun nanti. Apakah sama dengan standar kehidupan sekarang, bisa kurang dari kehidupan sekarang atau malah lebih tinggi dari standar kehidupan sekarang. Jika kita sudah tahu persis berapa tabungan pensiun yang kita inginkan, maka berapa jumlah yang harus ditabung pun akan menjadi lebih mudah untuk ditentukan.

Investasi terlalu konservatif Untuk penjelasan lebih mendetail, silahkan lihat merencanakan keuangan untuk investasi. Merencanakan keuangan untuk pensiun biasanya mempunyai rentang waktu (time horizon) yang panjang ( > 5 tahun) jadi secara teori kita boleh memilih investasi yang high risk - high gain (Investasi yang beresiko tinggi tetapi dengan tingkat pengembalian yang tinggi juga) Jadi untuk mencapai kebebasan financial (financial freedom) pada saat kita pensiun, kita harus benar-benar merencanakan keuangan kita dari sekarang! Jika anda sudah peduli dan membutuhkan informasi lebih lanjut tentang merencanakan keuangan untuk pensiun, silahkan hubungi kami. Tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

Sumber : MerencanakanKeuangan.com